Rindu

#fiksi100kata (1)

Ami harus bersabar. Aroma tubuh lelaki tua di antrean depannya ini sungguh menyesakkan dada. Bajunyapun kucel.

“Berapa harga satu potong?”

Ami tertegun mendengarnya.

“Kami menjual minimal 2 potong, 35ribu”
“Uang saya hanya 20ribu”
“Maaf pak” si waitres memberi kode agar si bapak minggir dan Ami maju.
Bapak itu pun keluar dengan lesu.

“Enam paket ayam original bersama nasi dan minuman”, pesan Ami.

Tak lama ia tergopoh-gopoh keluar.

———————————–

“Pak, ini untuk bapak ” Ami mengulurkan paket ayam yang dibelinya. Iapun bergegas pergi sebelum si bapak sempat melihat wajahnya & berterimakasih.

“Jaga diri bapak baik-baik ,kelak Ibu pasti berkenan memaafkanmu”, tangis rindu Ami dalam hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s