The Greatest Showman

Film ini terlalu bagus untuk saya lewatkan begitu saja. Selain kisahnya yang memang indah, banyak juga nilai postif dan leadership yang bisa saya dapatkan darinya. Harus ada semacam corat coret kenangan tentangnya. Begitulah artikel ini dimaksudkan.

Maka saya membuat tulisan agar semua hal positif di dalamnya bisa terdokumentasikan dengan baik dan bermanfaat bagi saya juga pembaca. Tulisan akan saya bagi dalam 3 bagian yakni

  1. Kisah Sang Visioner
  2. Hal-hal Positif di The Greatest Showman
  3. Belajar Leadership dari The Greatest Showman

Bagi yg sudah nonton mungkin bisa langsung ke bagian 2 dan 3 jika mau. Suka suka saja deh. Happy reading.

 

Bagian 1 : Kisah Sang Visioner

Prolog

“Nggak nyangka film ini bagus sekali. Musiknya, koreonya, kisahnya, keren. Rugi kalau nggak nonton. Untung ini tadi masih kebagian, karena ternyata tayangnya sudah lama” promo seorang kawan.

Saya yg memang suka nonton film dan dengerin musik, buru-buru buka sinopsis. Waduh, kisah nyata perjuangan seorang bernama Phineas Taylor Barnum ( PT Barnum ) di bidang pertunjukkan terbesar di USA tahun 1871,  mulai dari nol.

Dari nol ??? Kayak kalimat petugas pompa bensin saja, “Mulai dari nol ya”. Saya menebak ini tontonan kisah menyedihkan, tau kan betapa sulitnya memulai usaha dari nol ? Pasti penuh air mata. Tapi kok thriller di Youtube menunjukkan sebaliknya, film drama musikal yang penuh dengan energi positif.

Dan singkat cerita, saya sudah duduk anteng di dalam teater yang sangaaaat…sepi. Hitung-hitung cuma ada 20an penonton. Abaikan, pikir saya. Mungkin karena sudah jam 21 dan esok adalah Senin, saatnya orang ngantor dan sekolah.

Now…times for watching.

the-greatest-showman-movie

Blaaaar !

Layar gelap tiba-tiba sirna oleh pancaran lampu yg sangat kuat. Secara bersamaan terdengar koor para wanita berpadu kuat dengan dentuman drum menggelegar.

“Whoooaaa”

Blaaar !

Diulang berkali-kali. Benar-benar unsur kejutan pembuka yg menyenangkan.

The-Greatest-Showman-Hugh-Jackman-as-PT-Barnum
Sang Visioner

Tampak sesosok lelaki, berpakaian layaknya pemimpin orkestra. Tuxedo beledu panjang berwarna merah , topi hitam tinggi, sedang mengayunkan tongkat layaknya dirigen.

Ladies and gents
This is the moment
You’ve waited for

Suara bariton agak serak lirih keluar dari mulut sang aktor, amat kontras dengan koor tadi.

Been searching in the dark
Your sweat soaking through the floor

Sang aktor membalikkan badan, sinar menerangi wajahnya.

the-greatest-showman-trailer-hugh-jackman-tw
Hugh Jackman as Phineas Taylor Barnum

PT Barnum (Hugh Jackman) sang tokoh utama ! Ternyata tokoh sentral sudah langsung muncul di awal kisah.

And buried in your bones
There’s an ache that you can’t ignore
Taking your breath stealing your mind
And all that was real is left behind

Don’t fight it, it’s coming for you, rummimg at ya
It’s only this moment, don’t care what comes after
Your fever dreams, can’t you see it getting closer
Just surrender cause you feel the feeling taking over

Suaranya tak lagi lirih. Melainkan menghentak mengimbangi suara drum. Telinga langsung seperti dimanjakan oleh irama kuat dan riang lagu pembuka ini. Tokoh Barnum menari dan bernyanyi dengan penuh semangat. Sorak sorai penonton menggema. Bukan hanya bertepuk tangan riuh tapi mereka juga ikut bergoyang. Saya bagaikan berada di tengah pertunjukan musik dan bukan sedang di teater.

We light it up, we won’t come down
And the sun cant stop us now
Watching it come true, it’s taking over you

Lirik di bagian akhir lagu itu seolah ingin menggambarkan semangat yang menyala di jiwa Barnum. Menggelegar, kreatif, imajinatif dan kuat. Begitu secara keseluruhan scene awal.

The Real Life….

Syuuut ! Lampu tiba-tiba kembali mati. Barnum bingung melihat sekeliling. Semua perlahan lenyap dari pandangan. Yang ada kini hanya dirinya. Sedang berdiri di depan cermin buram. Di cermin ia melihat bayangan nyata dirinya, seorang anak laki-laki kurus tak terawat, berusia sekitar 8 th, dengan baju kucel dan kotor.

QGxwOnpv_400x400
The poor boy

Barnum kecil melihat ke bawah….oh lala…jari-jari kakinya nampak keluar dari sepatu yang sudah bolong. Sungguh menyedihkan.
But that was his real life. Semua adegan di awal tadi adalah mimpi-mimpi besarnya, visi hidupnya. Tetapi saat itu, Barnum, hanyalah anak seorang penjahit miskin, yang bekerja pada keluarga tuan Hallet.

Meski hidup papa, ia digambarkan sebagai sosok yg selalu ceria dan bersemangat. Dengan jalan terpincang karena sepatu jebolnya, Barnum akan setia menemani sang ayah, memanggul bergulung-gulung kain, menuju rumah mewah tuan Hallet. Sementara sang ayah mengukur baju, Barnum akan berdiri di sebelahnya membantu.

Tunggu dulu. Tentu saja ia tak keberatan karena di rumah itu, Barnum bisa berjumpa dengan cinta pertamanya, Charity Hallet. Gadis kecil berparas cantik dan berambut pirang keemasan, putri kesayangan tuan Hallet rupanya juga menyukai Barnum.
Perbedaan status menyebabkan mereka harus sembunyi-sembunyi bertemu. Kisah yang berlatar th 1800 an ini tentu masih kental dengan nuansa perbedaan status, ketimpangan ekonomi bahkan perbudakan.

Kisah percintaan masa kanak-kanak mereka tidak dibuat dalam jalinan kisah membosankan & mendayu dayu. Melainkan dalam rangkaian musik, lagu dan tari diselingi percakapan penuh makna. Pada Charity, Barnum menceritakan mimpi-mimpinya sementara Charity terhanyut menikmati dunia impian itu. Pada sorot matanya tampak ia pun mengagumi mimpi Barnum.

Satu kali Barnum kecil mengajak Charity mengendap-endap memasuki rumah tua kosong, rumah impiannya di masa depan. Rumah yang mungkin dulunya adalah rumah mewah itu nampak berdebu, berantakan, dengan halaman berserak daun kering tak terurus. Mirip rumah di film horor.

Barnum memanjat meja, menyalakan lilin dan mengangkat menembuskan sinarnya ke lampu gantung yang mati. Bayang-bayang dari ukiran indah lampu nampak berputar-putar menciptakan sensasi bayangan indah di dinding. Iapun menyanyikan lagu, menunjukkan semua impiannya pada Charity lewat liriknya

I close my eyes and I can see the world that’s waiting up for me
That I call my own through the dark through the door through where no one’s been before
But it feels like home

Suara Ziv Zaimam (penyanyi asli) bening mengalun, dibawakan dengan sangat ekspresif oleh Ellis Rubin, (pemeran little Barnum). Irama lagu yang megah serta suara jernih penyanyi sangat menyentuh siapapun yang mendengarnya. Just tell you the truth, believe me ! Percayalah. Ngandelo, jare wong Jowo.

They can say, they can say it all sounds crazy
They can say, they can say I’ve lost my mind
I don’t care, I don’t care, so call me crazy
We can live in a world that we design

Charity tersenyum bahagia. Ekspresi kebahagiaan terpancar di wajahnya , hanyut memasuki dunia imajinasi little Barnum.

‘Cause every night I lie in bed
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake
I think of what the world could be
A vision of the one I see
A million dreams is all it’s gonna take
A million dreams for the world we’re gonna make

Wow ! Mendengar lagu ini rasanya seperti memutar mesin waktu para pendengarnya. Mengingatkan kembali pada mimpi-mimpi besar masa kecil yang mungkin belum tercapai atau bahkan sudah terlupakan. Dan saat lagu berakhir mungkin benak pendengar akan bertanya-tanya, sudahkah menggapai mimpi masa kecilmu ?

Jujur perasaan jadi campur aduk mendengarnya, sedih, terharu, menyentil emosi terdalam. Kalau boleh rasanya pingin memutar kembali waktu ke masa kecil dan memulai kembali semuanya dengan lebih baik. Andai itu semudah Barnum kecil memutar lampu gantung tadi.

Well tapi bukan lagu “A Million Dreams” lho yang dapat penghargaan Golden Globe, melainkan This Is Me.

Back to the story….

Dan tentu saja little Barnum – Charity harus kembali menghadapi kenyataan hidup. Charity disekolahkan di kota lain oleh orang tua, sekolah persiapan. Persiapan bagi para gadis bangsawan & kaya tentu, sebelum akhirnya menikah dan menjadi istri kaum terhormat.
Kesedihan berpisah tak menghalangi keduanya untuk terus berhubungan melalui surat.

Kehidupan Barnum makin menyedihkan setelah sang ayah tiada. Ia yg yatim piatu terpaksa sering mencuri makanan di pasar. Tak jarang perlakuan kasar didapatnya.
Tapi percayakah kalian ? Kehidupan ini sangat menyayangi orang yang penuh semangat. Selalu ada yang berbaik hati padanya. Sampai suatu ketika, perusahaan kereta api di AS membuka lowongan pekerjaan dengan imbalan hidup layak, tempat tinggal dan makan 3x sehari.

Selang beberapa tahun….

Seorang lelaki gagah dengan penampilan perlente nampak berjalan riang ke sebuah rumah. Barnum ! Kini dia siap menjemput gadis impiannya, Charity. Si cantik ini diperankan Michelle Williams.
“Tuan, saya berasal dari keluarga miskin. Tapi kini saya siap untuk hidup bahagia bersama putri anda”

Jangan mengharap ada pertumpahan darah atau adegan saling bentak seperti lazimnya kisah cinta beda kelas. Tuan Hallet, ayah Charity, hanya berujar “Aku yakin, tak butuh lama baginya untuk kembali ke sini lagi.” Sembari mempersilakan putrinya mengikuti Barnum.
Weleh….pikir-pikir kok mirip komen ibu-ibu kalau anaknya ngambek & minggat “Ntar juga kalau lapar dia pulang”

images
Barnum & Charity

Charity pun berlari bahagia menyambut Barnum dan pergi menuju kota impian, New York !
Di sana mereka tinggal dalam flat sederhana, bagai bumi langit dengan rumah Charity. Meski harus mengurus semua pekerjaan rumah sendiri dengan 2 putri kecil, Caroline dan Helen, Charity tak pernah mengeluh.
Wanita yg sangat baik, pikir saya.

Sekedar intermezzo. Jadi teringat cerita teman, anak horang kayah rayah. Sejak kecil apapun terlayani. Ketika baru menikah dan merantau, suaminya merintis usaha laundry sendiri. “Tahu nggak, setiap hari aku harus setrika ratusan potong baju !” katanya. Haa ??? Saya sampai ternganga dibuatnya. Setrika ? Alamak…saya rasa bikin minum sendiripun dia tidak pernah. Begitulah rupanya ya wujud sebuah ketulusan hati.

Bankrupt….you’re all dismissed !

Perusahaan ekspedisi di mana Barnum bekerja bangkrut. Di saat dia sedang berusaha mengembangkan ide memajukan perusahaan, pernyataan bangkrut itu mengejutkan.

The-Greatest-Showman
Good luck to your new job !

“Bukankah kita punya banyak kapal ekspedisi ?”
“Ya benar. Dan mereka semua tenggelam di Laut Cina Selatan karena badai” jawab boss
Bangkrutnya sebuah perusahaan karena faktor alam mungkin hal biasa di masa itu. Barnum nampak tak terlalu terkejut. Dan bukan Barnum jika ia tidak melihat ada celah.

Di saat orang-orang sibuk bebenah mejanya, Barnum diam-diam mengambil sertifikat kepemilikan kapal yg dikatakan tenggelam di laut. Untuk apa ? Entahlah.. tak ada lagi yg peduli kepemilikan kapal yg terkubur di laut saat itu.

Lembaran baru…..

Perusahaan bangkrut, tak ada masa depan. Bunuh diri, cerai, pertengkaran keluarga dll. Begitu biasanya kan yang terjadi di kisah kisah biasa ? Apa yg akan terjadi dengan mereka ? Waduh mulai adegan sedih deh pikir saya.

Dengan galau, Barnum menaiki tangga flat tuanya. Di rooftop, kedua putri dan istrinya tengah bermain gembira. Ia sebenarnya tak tega merusak kegembiraan keluarga kecilnya itu, tapi apa boleh buat.
“Ini lembar terakhir, perusahaan bangkrut” Barnum memberikan selembar cek gaji terakhirnya kepada Charity. Senyum Charity tetap ceria, tak berubah. Ia nampak sangat percaya pada Barnum.

0_gKHzljDYTFrLRWfP
This is not a life I promised you ! I promised you the magic of life

“Ini bukan kehidupan yang kujanjikan padamu. Aku menjanjikanmu kehidupan yang penuh keajaiban” kata Barnum
Charity memandang kedua gadis ciliknya yang bermain salto dengan riang.
“Tapi semua yang kuinginkan sudah kumiliki, suami dan 2 anak manis. Itulah keajaiban yang kuinginkan” jawab Charity sambil tersenyum. Barnum tersentuh melihat ketegaran istri tercinta.

Saya sebagai penonton pun tersentuh. Tidak mudah mendampingi orang yang sedang jatuh bukan ? Apalagi Charity berasal dari keluarga elite.

Balik ke cerita lagi….

Dan memang, perusahaan bangkrut bukan akhir segalanya bagi Barnum. Ini justru menjadi tahapan baru baginya untuk menyusun langkah-langkah menggapai mimpi. Mimpi besar yang tidak biasa.

Dg penuh percaya diri, Barnum antre duduk di bank, bermaksud mengajukan pinjaman. Di situ ia bertemu dengan Charles, manusia cebol, yg kelak di masa depan akan mempunyai arti penting bagi kariernya.
Bagaimana reaksi umumnya orang melihat manusia cebol ? Tertawa karena lucu atau takut karena aneh ? Tidak bagi Barnum. Ia memandang takjub Charles.

Jaminan bank

“Usaha yang hendak anda buka tidak biasa dan beresiko tinggi” jawaban pihak bank.
Yep. Jawaban sangat standar tidak tahun 1800an tidak juga sekarang. Usaha apa yg tanpa resiko ? Pikir saya saat itu.
“Kami menjual sesuatu yang berbeda, kengerian, keanehan dan ini akan menyedot banyak penonton ”, Barnum ngeyel.
“Kami perlu jaminan” kata pihak bank. Ya tentu, jawab Barnum.

Dengan gemetar dia menyodorkan sertifikat kepemilikan kapal. Tentu saja mata duitan pihak bank berbinar mendengar “sertifikat kepemilikan” Barnum tak bilang kapal yg disebut tenggelam di dasar laut. Hehehe, cerdik.

Daaan……. pinjamanpun cair !
Berbekal pinjaman itulah, Barnum membeli Museum Barnum, sebuah museum berisi benda-benda unik dan aneh.

THE-GREATEST-SHOWMAN-MUSEUM
Museum Barnum

Misalnya, patung lilin pemenggalan kepala Maria Antoinette dengan guilotine. Awetan jerapah tertinggi di dunia dll. Barnum menjalani hari pertamanya sebagai pemilik museum dengan semangat.

“You need something alive, daddy”

Setelah seharian berusaha keras menjual tiket, Barnum bertanya pada pegawainya ”Berapa yang terjual ?”
“Tiga tiket” jawab sang pegawai sambil menunjuk ke Charity dan 2 putri mereka. Ternyata pembelinya adalah keluarganya sendiri.
“Daddy, berapa tiket berhasil terjual hari ini ?” tanya putrinya sebelum tidur. Barnum tersenyum kecut.
“Daddy, kamu perlu sesuatu yang hidup di situ” kritikan pertama putrinya.

Toss adik kecil ! Apa serunya melihat sesuatu yg mati meskipun aneh ? Bandingkan saja antara melihat binatang hidup dan binatang awetan. Apalagi jika pilihannya melihat patung lilin David Beckham atau David asli, pastilah orang 1000x akan memilih yang aseli.

Something alive !

Kadang ide bernas memang bisa datang dari mana saja. Barnum seolah tercerahkan oleh saya..opps… putrinya maksud saya, yg kebetulan seide dengan saya, hehehe. Maka Ia pun mengubah konsep museumnya, mentransformasikan ide putrinya. Sesuatu yang hidup dan aneh atau unik.

“Dicari orang aneh dan unik”

Demikian bunyi poster Barnum. Ditempel di semua penjuru kota.
Iklanpun bersambut. Berbagai manusia aneh datang kepadanya. Manusia super gemuk dengan berat 350 kilo, laki-laki super tinggi, kakak adik berdarah afrika yang pintar main trapeze ( akrobat dengan tali di udara ), wanita albino, si kembar dempet dari china, manusia penuh tatto, muka monyet yg dalam kisah aslinya disebut “Dog Faced Boy” ( wajah penuh ditumbuhi rambut ) dll. Barnum tidak berhenti pada mereka yang datang.

Dia aktif mendatangi tempat di mana bisa berjumpa dengan manusia aneh.
Charles Stratton, si cebol, adalah tokoh pertama yang ia datangi. Diperankan Sam Humphrey.

*) Charles ini tokoh penting untuk Barnum karena di masa depan pada kehidupan nyata, ia lah yang membantu Barnum saat kesulitan uang. Hal itu sebagai balasan karena Barnum telah membuat dia jadi kaya raya
images (4)
I need a star

Dengan sikap hormat, Barnum berlutut di depan Charles dan memperkenalkan diri,”Perkenalkan, saya Barnum penyelenggara pertunjukan. Aku memerlukan seorang bintang”
Sungguh satu sikap perkenalan yg simpatik. Charles terpana.

Tetapi kemudian….
“Aku tidak mau, kalian hanya ingin menertawakan aku” Charles menolak.
“Kau selalu membuat orang tertawa, kenapa tidak sekalian saja kita suruh mereka membayarmu ?” tukas Barnum. Ide yang sangat cerdas. Silakan tertawakan saya tapi silakan bayar dulu.
(Hahaha….kok mirip ya dengan prinsip saya. Silakan bully tapi bayar)

Berkat jawaban itu Charles bersedia bergabung. Kapan lagi orang cebol bisa dandan ala jenderal Napoleon Bonaparte lengkap dengan kuda tunggangan dan pistol, dibayar pula. Barnum memberinya nama panggung Tom Thumb.

Tokoh kedua adalah Lettie, wanita gemuk bersuara emas, tetapi….. memiliki jenggot lebat ! Diperankan Keala Settle yang memang jagoan nyanyi. Barnum terpesona melihatnya. Ia yang memang berprinsip “perbedaan adalah anugrah” menyebut Lettie sebagai wanita “sempurna!” Lettie yang sepanjang hidupnya harus bersembunyi dari publik merasa mendapat kepercayaan diri.

the-greatest-showman-2
You’re perfect !

Show Barnum sukses luar biasa. Dg membuat billboard baru “Barnum’s American Museum of Curiosity” Penonton membludak. Setiap kali show usai, penonton berdiri memberi aplaus.

the-greatest-showman-filming-locations-barnums-american-museum-of-curiosity
Barnum Museum

Kecuali satu orang !

Mr.Bennet

MV5BZWJmYjA0MTktZDQwMS00ZmY0LWE2YzAtYmJmNGViZTdiNzhkXkEyXkFqcGdeQXVyMjEyMjE1NDI@._V1_UY317_CR106,0,214,317_AL_
Paul Sparks as James Gordon Bennet

Seorang pria berkaca mata asyik mencatat di notes kecilnya, tanpa senyum. Dialah kritikus sekaligus pemilik New York Herald, James Gordon Bennet. Diperankan Paul Sparks. Di film ini ia sukses memunculkan kesan sinis….tapi peduli. Pandangan ke penonton sekitar yg memberi aplaus meriah seolah-olah ingin berkata “ Seriously ? Yang beginian kalian beri aplaus ? Apakah aku sedang tersesat ?”
Dan dengan kalimat tajam ia pun menulis tajuk “Pertunjukan yang penuh kepalsuan”.

Anak saya sempat bertanya apa yg dimaksud dengan kepalsuan. Saya sedikit menjelaskan padanya bahwa pada masa tahun 1800 an, pertunjukan yang dianggap sebagai seni asli adalah opera, drama, balet, konser musik klasik. Barnum dianggap palsu karena meskipun ada musik dan tarian kabaret, yang dia pertontonkan sama sekali tidak mengandung unsur seni. Begitulah menurut Bennet.

Apa reaksi Barnum ?

Ia tidak peduli pada kritik Bennet. Bahkan saat Bennet mengkritik tajam : “Apa perasaanmu tidak terganggu bahwa segala hal yang kamu jual adalah kepalsuan ?” Barnum menjawab kalem “Penontonku pulang dengan bahagia. Lihatlah. Apa senyum mereka terlihat palsu ?”

Circus

Kritik Bennet tidak pernah berhenti.
Bennet : “ You are putting folks of all kinds on the stage with you, presenting them as equals”
Semua jenis pertunjukan dalam satu show, kacau balau, itulah yang dimaksud Bennet. Ia pun memberi julukan “Sirkus”. Sirkus yang dimaksud Bennet saat itu adalah ring atau lingkaran yang di dalamnya terdapat pertemuan berbagai hal campur aduk, kacau.

Tetapi di luar dugaan !

Alih alih sedih, Barnum bahkan bersenang hati dan mengambil keuntungan dari kritik Bennet. Dia mengambil kata “Circus” dari kritikan Bennet dan menggunakan sebagai nama pertunjukannya. Mulai saat itu Museum Barnum berganti dengan “Barnum Circus”.

maxresdefault
PT Barnum’s Circus

Hahaha…saya sungguh salut pada cara Barnum menghadapi kritik. Cool.
Dia tidak pernah marah. Tentu, kenapa juga mesti marah ? Orang mengkritik karena secara tak langsung sebenarnya masih menaruh harapan padanya untuk lebih baik. Kelak mereka ini, Barnum dan Bennet justru menjadi sahabat.

Dengan kondisi keuangan Barnum yang menanjak, rumah impian masa kecil Barnum pun akhirnya bisa terbeli sebagai hadiah kejutan untuk Charity. Tentu sudah direnovasi menjadi istana mewah kecil.

the-greatest-showman-michelle-williams-hugh-jackman-charity-barnum
The dream house for family !

Mendaki melalui Phillip Charlyle

Tapi sukses pertunjukan tak membuat Barnum puas. Sesungguhnya kritik Bennet ada benarnya juga. Pertunjukannya dinilai tak punya nilai seni dipandang sebelah mata oleh kalangan atas. Sirkusnya dianggap pertunjukan acakadut yang hanya cocok untuk kelas jelata. Diskriminasi yang diterima putrinya sebagai “anak pemimpin sirkus” dari para teman balet terjadi di depan mata.

greatest-balletgirls
Barnum’s daughter as a ballet dancer

Sama saja sebenarnya dengan kondisi sekarang. Anak pemain lenong, anak penyanyi dangdut dst sering kali diucapkan dengan maksud melecehkan.
Pada satu pesta, Barnum melihat pemuda kaya berpenampilan necis.Ketika tahu bahwa dia adalah Phillip Carlyle, aktor drama terkenal masa itu, Barnum merasakan ketidakadilan.
“Kenapa orang mau membayar mahal hanya untuk melihat percakapan drama selama 2 jam ?”

zac-efron-actor-hollywood
Zac Efron as Phillip Carlyle

Bagi orang biasa, perbedaan perlakuan yang diterima hanya akan berbuah sakit hati dan iri berkepanjangan.
Beda dengan Barnum yang memiliki visi jauh ke depan. Ia melihat Carlyle, sang aktor, sebagai pintu gerbang menuju kelas yang lebih tinggi. Aktor ternama, disegani, kaya, terlahir dari keluarga terhormat, koneksi tentu tak terbatas.
Di satu sisi, pengalaman hidup Barnum yang kaya membuat ia mampu menangkap keresahan di hati Carlyle.

The Other Side

af161a198bb7a574e56dc1c59e41b167

Tanpa buang waktu, Barnum melobby Carlyle. Diskusi antara mereka berdua ditampilkan sangat menarik. Dilakukan di meja bar, diawali dengan pertukaran gelas sloki whisky. Satu gelas sloki meluncur bergantian, ke Barnum, ke Charlyle dst. Bartender menyajikan dengan tarian yang tak kalah menarik.

Dan suara serak Hugh Jackman pun terdengar menyanyikan “ The Other Side”. Irama lagu yang cepat dan riang benar-benar membuat kita serasa ingin berdansa bersama mereka. Soundsystem teater yang bagus membuat penonton seperti di tengah konser.

Don’t you wanna get away from the same old part you gotta play
‘Cause I got what you need
So come with me and take the ride
It’ll take you to the other side
‘Cause you can do like you do
Or you can do like me
Stay in the cage, or you’ll finally take the key
Oh, damn! Suddenly you’re free to fly
It’ll take you to the other side

Pada mulanya Carlyle menolak. Jangankan bergabung sebagai partner, jika ketahuan bersahabat dengan orang sirkus, itu akan sangat mengganggu posisinya

Okay, my friend, you want to cut me in
Well I hate to tell you, but it just won’t happen
So thanks, but no
I think I’m good to go
‘Cause I quite enjoy the life you say I’m trapped in
Now I admire you, and that whole show you do
You’re onto something, really it’s something
But I live among the swells, and we don’t pick up peanut shells
I’ll have to leave that up to you

Tapi di sisi lain…on the other side…dirinya tidak merasa bahagia menjadi pemain drama. Singkat cerita Carlyle pun setuju bergabung.
Karakter Phillip Carlyle sebenarnya tidak ada di kisah nyata. Ia adalah perwujudan dari James Anthony Balley, nama asli partner Barnum. Pemerannya , Zack Efron adalah aktor yg dulu membintangi High School Musical. Wah kalau dia sih memang jago nyanyi. Sehingga adegan di meja bar pun bisa dibawakan dengan sempurna.

Carlyle & Anne

Di sirkus, Carlyle bertemu dengan Anne Wheller, gadis keturunan Afrika, si pemain trapeze, dalam sebuah adegan yang eksotis.

large_GS_TrailerStill-33_1920x1080_v1_ET
Phillip Carlyle ( Zac Efron ) meet Anne Wheller ( Zendaya) at Circus

Tubuh Anne terayun ke arah Carlyle. Mata mereka bertemu pandang. Jelas terlihat, keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Zendaya, pemeran Anne, memang sangat sexy dan mempesona. Darah afrika yang mengalir di tubuhnya, membuat penampilannya sangat eksotis. Tak heran, koko Her , teman saya ikut-ikutan terpana. Hahahaha….

Eh jangan salah ya, pasangan ini sekarang punya komunitas fans sendiri lho dan ingin menjodohkan pasangan Zac – Zendaya di kehidupan nyata. Ada yang memberi nama pasangan ini Zendac, Zacdaya dll. Buka saja youtube, kalian akan menemukan video mereka dipenuhi komentar-komentar penuh cinta dari fans.

the-greatest-showman-trailer
Love at first sight

Bergabungnya Carlyle ternyata benar, membawa Barnum dkk ke level yang lebih tinggi. Berkat koneksinya, Carlyle bisa membuat mereka semua diundang ke istana ratu Victoria di Inggris.
Meskipun begitu, diskriminasi masih sangat terasa. Saat Charlyle secara rahasia mengajak Wheller melihat opera dan berpapasan dengan orang tua Charlyle, mereka marah.

Ayahnya berkata “Have you no shame ?”
Carlyle marah dan membalas “Father, the world is changing. And I refuse to be part of yours”
Ibunya tak kalah sadis dengan berkata “Kedatanganmu bersama pembantu itu sungguh memalukan”. (Pembantu adalah istilah yang dipakai di film ini untuk memperhalus. Pada masa itu perbudakan masih terjadi ). Anne berbalik meninggalkan tempat opera. Dia memilih mengobati sakit hatinya dengan berlatih trapeze.

Carlyle berlari menyusul. Ia berusaha meyakinkan Wheller bahwa rasa cintanya tulus. Scene ini sangat apik dan roooomantis. Keduanya menyanyi “Rewrite The Stars” sambil melakukan tarian trapeze.

images (1)
Why don’t we rewrite The Stars

Yang saya pikirkan saat melihat adegan itu adalah, tak terbayangkan bagaimana sulitnya menyanyi sambil badan berayun dan berputar dalam gerakan rumit di udara. Hey, ini bukan film kartun lho. Yang melayang dan berputar itu benar-benar tubuh manusia. Meskipun memakai pemeran pengganti, pada beberapa adegan Zac dan Zendaya ini tetap melakukan sendiri.
Pencipta adegan & kameramen ini patut diacungi jempol. Imajinasinya keren.

Jane Lind

Di istana ratu Inggris, Barnum terpesona oleh kehadiran Jane Lind ( diperankan Rebecca Ferguson ), penyanyi cantik dari Swedia, yang dijuluki Swedish Nightingale.. Kekuatan suara emas Jane saat menyanyikan “Never Enough” memukau Barnum.

tmp_UQD2Av_084b74bf27012458_MCDGRSH_FE012
Rebecca Ferguson as Jane Lind, the Swedish Nightingale

Lagu Never Enough dinyanyikan dengan penuh penjiwaan. Ada ekspresi haru di lagu itu. Barnum nampak berlinang air mata ketika lagu berakhir.

Saya juga berlinang air mata. Sedih jika mengingat suara saya yang bagaikan bumi dan langit dibanding Jane Lind. Hehehe. Wait…aktris Rebecca ini juga tidak memakai suara aslinya. Penyanyi aslinya adalah Loren Allred, Top 20 pada The Voice session 3.

Barnum kemudian membuat kontrak pertunjukan keliling dengan Lind. Meskipun secara hitungan, merupakan pertaruhan besar bagi Barnum, karena semua honor Lind diberikan di depan, sementara semua pengeluaran masih ditanggung Barnum.
Demi kesuksesan tour Lind, Barnum terpaksa meninggalkan sirkus dan rumah untuk mendampingi Lind.

Sampai di sini saya merasa, Barnum mulai kehilangan fokus. Ia mulai meninggalkan inti bisnisnya, sirkus dan masuk ke seni pertunjukan baru, opera. Di satu sisi saya bisa memaklumi keinginan Barnum memperoleh status terhormat dunia seni, di sisi lain ketidakfokusannya bisa mempengaruhi core businessnya.

Dia bahkan mulai diskriminatif pada anak buahnya sendiri. Ada scene dimana Ia mencegah Letty dkk ikut bergabung di acara seremoni yg dihadiri Jane Lind.
Letty marah dan sempat mendobrak masuk bersama kawan-kawan anehnya, memperlihatkan diri pada para tamu kalangan terhormat, juga ke publik di luar. Saat itu karena dianggap sebagai pertunjukan “aneh”, sirkus Barnum selalu didemo.

Kebakaran

Kepergian Barnum membuat Charlyle sendirian bekerja keras memanage dan mempertahankan sirkus. Di saat Lind dan Barnum menuai pujian publik di berbagai kota yang disinggahi, Charlyle fokus menata sirkus.

Tak hanya Barnum yang kehilangan fokus, Lind juga mengalaminya. Semula, kesamaan latar belakang dari keluarga miskin, rahasia yang disembunyikan Lind, membuatnya tertarik pada Barnum dan mau bekerja sama. Tapi kemudian hatinya mulai gagal fokus. Keseharian bersama Barnum membuatnya jatuh hati pada suami Charity.

GreatestShowman (4)
Jane Lind ( Rebecca Fergusson ) and Barnum ( Hugh Jackman )

Berbeda dengan Barnum. Ia sangat mengagumi Lind, tapi ia tidak mencintainya. Barnum sempat nyaris terhanyut, namun pada akhirnya hatinya tetap pada Charity.

Penolakan Barnum membuat Lind patah hati. Pada akhir sesi salah satu shownya, dia mencium bibir Barnum di atas panggung, sebagai ucapan selamat tinggal. Kerjap kerjap lampu blitz kamera jaman dahulu, mengabadikan ciuman itu.

Barnum memutuskan pulang ke rumah. Sambutan anak istrinya sangat membahagiakan. Tapi di luar dugaan, pada saat bersamaan, gedung sirkus terbakar habis. Salah satu pendemo sirkus berhasil membakarnya.

Tak ada jatuh korban jiwa. Hanya Carlyle yang terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit. Ditunggui oleh Anne Wheller kekasihnya. Hmmm sooo sweeet. Koko Her temanku pasti mendadak ingin menjadi Zac. Qiqiqi.

tumblr_osa38s9Hzn1tlxeufo3_540.gif

Bangkit

Duduk di tengah puing reruntuhan sirkusnya, Barnum tak tahu harus melakukan apa. Bennet sang kritikus, duduk di sebelahnya, menawarkan minuman. Barnum tak punya semangat untuk menghadapi Bennet.
Bennet berkata, meskipun di sisi lain aku menganggap pertunjukanmu palsu, tapi mungkin lain waktu aku akan menyebutnya sebagai Konser Kemanusiaan. Bagi Bennet, upaya Barnum mengangkat derajat orang-orang aneh adalah bentuk kemanusiaan.
Kini saatnya bagi Barnum untuk bangkit.
“Uang dari hasil pertunjukkan Lind akan kubuat untuk bangkit kembali”
Kau tidak tahu ? Bennet menunjukkan koran padanya. Foto Barnum dan Lind berciuman ada di halaman depan.
Bagai disengat lebah, Barnum berlari ke rumah. Tepat pada saat Charity keluar rumah untuk pergi. Barnum bersumpah mengatakan foto itu tidak punya arti apa-apa. Tapi Charity tetap melangkah keluar.
“Aku pulang”
“Ini rumahmu”
Charity memberikan selembar kertas kepada Barnum. Itu adalah surat penyitaan rumah dari bank ! Ternyata diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya, rumah impian masa kecil mereka itu tergadai.
Ditinggalkan anak istri membuat Barnum kehilangan semangat. Para pemain sirkus yang mendatangi, diusirnya secara halus. “Kalau kalian ingin gaji, aku katakan bahwa aku tak punya uang sama sekali. Pulanglah ke asal kalian”

Tapi kami tak punya rumah !

Rumah kami dulu hanya tempat persembunyian. Sirkus adalah rumah kami, keluarga kami, jawab Charles si cebol.
Ya, dunia malu pada kami. Tapi kamu dengan bangga menempatkan kami di bawah sinar panggung. Kamu telah memberikan kami keluarga sejati, sambung Lettie.

Semangat Barnum perlahan kembali. Ia dan para artis sirkus kembali mengunjungi reruntuhan. Satu hal yang dia pusingkan kini. Modal ! Mana ada jaminan lagi untuk pinjam ke bank ?

Di tengah rasa putus asa, Charlyle yang telah kembali sehat datang. Dia menawarkan simpanan penghasilannya selama di sirkus untuk dipinjam. Dengan syarat, Charlyle resmi menjadi partner baru, dengan bagi hasil 50-50.

Tapi kita tak punya gedung !

“Kita tidak perlu gedung, kita sewa tanah sekitar pelabuhan, murah, lalu tinggal dirikan TENDA!” celetuk Barnum.

120cf_060_final
Run to Barnum’s Circus Tent

Ia kembali menemukan fokus hidupnya. Barnum tiba-tiba tahu apa yang harus dilakukannya. Kabut masalah tersingkir.

Barnum pun berlari melompat menaiki kereta menyusul Charity. Cinta yang tulus mempersatukan keluarga itu kembali.

5a3c69531c0000160068ce54
Mr & Mrs Barnum

Kelak ke depannya, tenda adalah ciri khas dari sebuah sirkus. Begitulah seorang visioner. Selalu mampu melihat ke depan.

Dalam tenda barunya, Barnum mempersiapkan shownya. Semua tampil mengesankan. Barnum memberikan topi tingginya ke Charlyle. Itu bukan topi biasa, melainkan lambang kepemimpinan di Sirkus Barnum. Ia menyerahkan itu sebagai tanda ia menyerahkan kepemimpinan pada Charlyle.
“Ada anak-anak yang perlu kulihat tumbuh dewasa” bisik Barnum. Dan ia pun bergegas ke gedung pertunjukan balet putrinya. Menaiki seekor gajah !

Ssst…tentu saja bukan gajah asli. Di set Hugh Jackman menaiki semacam mesin tunggang. Selanjutnya komputer yang bermain.

Adegan di sirkus ditutup dengan koreografi tarian yang energik dan lagu Magic Dream yang apik.

20487ba3afe3fa6592730ff17f36eca5
Barnum’s Circus

Happy ending, semua senang, penonton pulang dengan bahagia.

Bagian 2 :  Hal Positif di TGS

Banyak sekali hal positif yang sebenarnya bisa kita ambil dari The Greatest Showman (TGS) ini. Point terbesar adalah keberanian. Keberanian dalam hal apa ?

1. Berani memiliki ide yang berbeda

“Imagine a place where people can see things they’ve never seen before “

Ide dasar Barnum sebenarnya sederhana. Ia ingin orang melihat hal-hal yang belum pernah dilihat dalam satu pertunjukan.
Tapi ide sederhana itupun tidak akan muncul jika Barnum tidak memiliki imajinasi dan mimpi.

2. Berani menghadapi resiko

Charlyle mengkritik Barnum saat hendak melakukan kontrak dengan Lind. Ia mengatakan, anda membuat semua usaha yang ada bangun beresiko. Barnum hanya menjawab, “Kamu pikir aku membangun semua usaha ini melalui apa ? Melalui resiko”

Benar juga. Kadang saat sudah sukses, orang jadi semakin takut untuk melangkah. Lupa bahwa sebelumnya mereka jg sudah menempuh begitu banyak resiko. Sepanjang hidup manusia sebenarnya memang tak pernah bisa lepas dari resiko. Itulah kehidupan.

“Comfort, is the enemy of progress”

Menurut Barnum, tidak akan tumbuh hal besar di zona nyaman. Seperti orang terlalu suka tidur, akan melewatkan banyak hal.

3. Berani menghadapi kritik

Sikap Barnum menghadapi kritik patut ditiru. Cool. Tidak marah atau berusaha defense. Ia justru bersahabat dengan kritikusnya dan mengambil keuntungan dari kritiknya.

Saya termasuk yang sangat percaya bahwa kritik bisa meningkatkan kualitas diri. Meskipun saya tidak bisa cool seperti Barnum, tapi ya saya berusaha menanggapi setiap kritik dengan positif. Dan saya merasa banyak sekali manfaatnya.

4. Berani bermimpi

“A man’s station is only limited by his imagination” kalimat ini diucapkan Jenny Lind. Arti kalimat ini diwakili juga oleh lagu A Million Dreams.
Manusia pada dasarnya memang harus punya keberanian bermimpi dan terus bermimpi. Don’t stop dreaming.

Misalkan, saat kecil anda ingin menjadi penyanyi. Dan mimpi itu terlupakan karena jalan hidup yang berbeda. Menikah, punya anak, sibuk menjadi ibu, itu bukan artinya mimpi anda harus dibuang. Mimpi itu hanya berhenti sementara. Bangkitkan lagi impian anda jadi penyanyi. Berlatih , olah vokal, menjajal kemampuan tampil di sekitar dulu misalnya, ikut lomba menyanyi dst. Ah, sudah tua. Tidak ada batasan umur dalam mimpi anda. Yang membatasi hanya imajinasi.

Tahukah anda, bahwa manusia menderita bukan karena mimpi berlebihan tetapi karena mimpinya terlalu sederhana

2073cdbe3ff015a59ad05367798a7062
Barnum’s Quote

Apalagi selain keberanian ? Cara Pandang atau Perspektif. Seperti apa ?

5. Melihat perbedaan sebagai sesuatu yang istimewa

Jika pada umumnya orang mencela, membully, menertawakan atau ketakutan melihat sesuatu yang berbeda, maka tidak dengan Barnum. Ia menganggap semua itu keistimewaan. Berkat, blessing, anugerah atau apapun istilahnya.
Barnum justru berpendapat bahwa orang tidak akan sukses jika harus melakukan hal yang sama dengan orang lain. Logis. Karena dengan melakukan hal yang sama, perbuatan anda tidak akan terlihat.

6. Percaya diri

Mirip iklan rokok, tidak percaya diri akan membunuhmu. Membunuh bakatmu, mimpimu, persahabatanmu, bisnismu dll. Maka melihat film ini, hal positif yang begitu menonjol adalah teladan kepercayaan diri. Percaya Diri seperti apa ?
Memulai dari nol sebuah usaha bukan hal yang mudah. Diperlukan rasa percaya diri kuat, percaya pada ide dan kekuatan diri sendiri. Ini diperlihatkan oleh Barnum.
Oh ya, jangan lupakan peran Charity. Memiliki partner yang mempercayai dirinya, membuat Barnum semakin kuat.

868e621e9eac865b1e9f451e637056bd

Memiliki perbedaan juga bukan hal mudah. Tapi seperti kata Lettie ( Perempuan berjenggot ) : ” I’am brave. I am bruise. This is who I’m meant to be. This is me”
Sebetulnya kata-kata Barnumlah yang bisa membuat Lettie berkata begitu : “Perbedaanmu, , itulah yang membuatmu istimewa”

Percaya diri pada ide juga penting. Jangan mudah dibelokkan hanya oleh satu dua kritik atau saran. Barnum tidak mengubah konsep sirkusnya menjadi opera, misalnya, hanya demi mendapat nilai seni. Karena baginya, seni yang mulia adalah yang bisa membuat orang-orang lain bahagia.
“The noblest art is that of making others happy”

d5c3498238e1aa9db1d93f2102dff44d
Barnum’s Quote

 

Bagian 3: Belajar Leadership di TGS

Ini adalah bagian terakhir tulisan. Sebelumnya saya perlu beri peringatan bahwa bagian ini cukup panjang. Tapi percayalah, jika anda membaca dengan seksama, maka bagian ini merupakan yang terbaik. Karena mengandung nilai penting yang pasti sangat anda perlukan.

1. Pemimpin besar dengan jelas membayangkan masa depan mereka

Pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memberikan visi yang bisa dilihat dengan jelas oleh orang lain. Mereka meletakkan dasar, mereka membangun di atasnya dengan sebuah cerita, dan mereka membawa tim mereka ke dalam penglihatan.

2. It’s my fault, sir

722754-pesona-skylar-dunn-
Little Charity & Barnum

Ada satu adegan saat Charity kecil sedang berlatih minum teh ( alamak..bangsawan jaman dulu ye..minum teh saja perlu ilmu ) dan PT Barnum menirukannya, Charity tertawa hingga tehnya tumpah. Saat sang Ayah menegur, Barnum langsung berkata : Itu salah saya tuan. Plak ! Satu tamparan buatnya.
Sejak kecil Barnum sudah berani mengakui kesalahan dan siap menerima tanggungjawab.

Begitulah. Pemimpin besar mau menerima tanggung jawab atas tindakan mereka. Ia tahu bahwa tiap tindakan memiliki konsekuensi baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu ia harus menerima tanggungjawab. Ia tidak bersembunyi atau menghindar dari masalah, melainkan berani muncul dan berkata “Saya di sini, ini salah saya”

3. Kebaikan dapat mengubah hidup

Seperti telah saya tulis di awal, setelah ayahnya meninggal dunia, Barnum mulai hidup di jalanan. Untuk bertahan hidup, ia mencoba mencuri roti dari pedagang di pasar. Ada satu scene di mana pedagang berhasil merebut kembali roti dari Barnum yg kelaparan dan menamparnya. Barnum menangis.

Tapi kemudian datang seorang asing berwajah cacat, mengulurkan padanya sebuah apel merah. Kebaikan yang diterimanya memiliki pengaruh besar pd hidup Barnum.
Kebaikan mungkin bukanlah aspek kepemimpinan yang utama, namun kebaikan adalah bagian penting dari kepemimpinan. Pemimpin besar memenangkan kesetiaan dan pengabdian dari kebaikan yang ditunjukkan. Carilah cara menunjukkan kebaikan pada anak buah anda, jadilah pemimpin yang lebih baik dan lembut. Maka dunia akan menjadi tempat yang lebih baik.

4. Kegagalan adalah bagian dari kepemimpinan

Pertama kali mencoba membuka museumnya, seperti saya tuliskan di awal, Barnum hanya mampu menjual 3 tiket, dan ketiga tiket itu dibeli istri dan 2 anaknya sendiri. Itulah kegagalan pertama Barnum. Dan kemudian hari-hari berikutnya masih tetap tidak ada tiket yang terjual. Padahal dia sangat antusias dan percaya bahwa museumnya akan berhasil menarik minat penonton. Ternyata tidak.
Karena museum gagal, Barnum pun beralih ke ide lain, membuat pertunjukkan manusia2 aneh dan mengerikan yang belum pernah ditonton orang. Sukses !

Bagi Barnum kegagalan adalah sebuah pelajaran. Kebanyakan orang ingin menghindari kegagalan, dan percaya bahwa kegagalan adalah tanda kekalahan.

Tapi seorang pemimpin tahu bahwa kegagalan tidak berarti akhir. Kegagalan berarti saatnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Maka bila Anda gagal, tetaplah tegak, kalahkan ego anda dan teruslah bergerak ke arah tujuan berikutnya.

5. Saran bagus bisa datang dari siapa saja

Caroline dan Helen Barnum mulai berbicara dengan ayahnya tentang museum. Mereka mengkritik bahwa museum tersebut hanya memiliki banyak barang mati dan membutuhkan sesuatu yang hidup.

Gagasan mereka memicu imajinasi Barnum. Dia membayangkan sebuah pertunjukan dengan orang-orang cacat tampil untuk audiens.

Jika ide datang dari orang yang hanya memiliki pengalaman sedikit, maka biasanya orang cenderung meremehkan dan membuangnya. Padahal, justru orang “luar” sering memiliki gagasan yang lebih berbobot karena tidak tercemar oleh pengalaman.

Maka jika anda ingin menjadi pemimpin yang hebat, bersedialah untuk mendengarkan orang-orang dengan pengalaman kurang dari Anda. Evaluasi gagasan mereka dan lihat bagaimana cara kerjanya.

6. Menemukan cara tepat mengajukan gagasan

Charles si cebol semula menolak tawaran Barnum, khawatir orang hanya akan menertawakan. Artinya, Charles tidak mau ditertawakan dan menginginkan rasa hormat. . Apa yg dilakukan Barnum ?

Pertama, saya tulis di awal, Barnum menyentuh unsur primer dulu, kebutuhan uang. Dia berkata, kenapa nggak sekalian saja orang-orang itu disuruh membayarmu ?

Kedua, Barnum memberikan gambaran jelas peran apa yang akan dia berikan pada Charles. Jenderal Tom Thumb, adaptasi dari seorang jenderal terkenal, Napoleon Bonaparte. Lengkap dengan seragam megah, menunggang kuda dan menembakkan pistol. Kesan yang gagah dan keren.

Jadi, cara seorang pemimpin mengajukan gagasan sangat penting. Anda tidak bisa memaksa orang membeli ide buruk. Maka bantu orang melihat dengan jelas tujuan gagasan anda.

7. Pemimpin hebat mendukung tim secara emosional

“They don’t understand but they will”

kata Barnum pada pemain sirkusnya. Ya, Sirkus Barnum sudah didemo sejak mulai buka. Para pemain merasa prihatin dan tidak pede. Tapi Barnum mampu meyakinkan timnya. Ia yakin keterampilan dan bakat mereka akan mengubah hati dan pikiran orang banyak. Jadi pemimpin selalu memberi penguatan positif pada timnya.

8. Pemimpin hebat mengubah berita buruk menjadi iklan yg hebat

Kritik pedas Bennet pada Barnum tidak membuatnya memusuhi Bennet. Barnum malah melihatnya sebagai hal yang menguntungkan. Ia menemukan cara mengubah berita buruk menjadi kesempatan menjual tiket lebih banyak. Antara lain dengan mengambil istilah “Circus”. Mungkin ini juga yg membuat Bennet terkesan pada Barnum. Maka Pemimpin hebat tidak alergi pada kritik tapi bisa mengambil manfaatnya.

9. Pemimpin hebat bisa melihat kelemahannya

“Teach me how to appeal to the highbrows”

Ajari aku bagaimana cara menarik orang-orang kelas atas, kata Barnum blak-blakan saat bertemu bertemu Phillip Carlyle. Dia tahu Carlyle memiliki keterampilan menarik orang kaya bermodalkan status terhormatnya, aktor, ganteng, kaya, anak bangsawan pula. Dia mengajukan penawaran ke Carlyle dan meminta bantuannya.

Pemimpin hebat melihat di mana kelemahan timnya dan tak segan meminta bantuan konselor atau mencari relasi yang bisa mengangkat timnya ke level yang lebih tinggi.

10. Pemimpin besar tidak meninggalkan tim mereka

Saat menyampaikan adanya undangan dari Ratu Inggris, Carlyle dengan tegas mengatakan bahwa Barnum dan Carlyle tidak akan hadir di hadapan ratu tanpa anggota tim lainnya.

Pernahkan anda tergoda untuk hadir ke acara spesial tanpa anggota tim anda ? Agar terlihat lebih menonjol atau paling hebat ? Percayalah, itu bukan karakter pemimpin besar. Semakin anda ingin menonjolkan diri, maka sebenarnya anda sedang membuka kelemahan diri anda sebagai pemimpin. Jadi bawalah tim anda. Tunjukkan pada dunia bahwa anda menghargai mereka dan pekerjaan mereka.

11. Pemimpin besar tidak meragukan kemampuannya

Saat Jenny Lind ditawari tour oleh Barnum, dia langsung bertanya “Mengapa Saya ?”
Kadang saat orang meminta anda untuk menjadi pemimpin, anda menjadi ciut dan bertanya “Mengapa saya ?” seperti miss Lind. Tapi tahukah anda, bahwa ada orang-orang di luar sana yang mengawasi anda. Mereka melihat kemampuan anda dan menghargainya. Jadi mulai sekarang jangan bertanya “mengapa saya” melainkan “apa itu ?”
Apa yang harus saya lakukan, apa kewenangan saya, apa yang harus saya pelajari dll.

12. Jangan tertutup pada tim Anda

Ada scene memperlihatkan saat Barnum mulai membiarkan egonya tumbuh. Waktu bertemu dengan Jenny Lind, dia tidak membiarkan seluruh timnya menyapanya. Dia seakan merasa malu pada mereka. Ini menyakitkan timnya. Keluarga yang dia bangun.

Ketika Anda menutup tim anda dari pertemuan penting dan perkenalan, mereka pasti sakit hati. Mereka mulai merasa dikhianati. Maka berhati-hatilah dengan bagaimana Anda memperlakukan anggota tim Anda. Karena pengkhianatan akan berbuah pengkhianatan juga.

13. Pemimpin besar akan selalu fokus

“Spreading yourself too thin is dangerous”

Saat mulai bertemu Lind, Carlyle mulai melihat sebuah perubahan di Barnum. Perhatian Barnum mulai terbagi antara Circus dan Lind. Hal ini menimbulkan ketegangan pada hubungan dan bisnis.

Perbaiki perhatian Anda. Meskipun kedengarannya bagus bisa meraih peluang baru, tapi ingat apakah peluang baru ini juga menarik Anda menjauh dari apa yang telah membuat Anda sukses ? Perhatikan baik-baik proyek dan tugas yang Anda lakukan. Pastikan Anda tidak membagi diri lebih dari kemampuan diri.

14. Pemimpin besar tidak dibutakan ambisi pribadi

Charity Barnum bertanya pada Barnum, kapan dia merasa cukup ? Bagi Charity, memiliki 2 putri cantik, kehidupan mapan dan sirkus yang sukses sudah sangat cukup. Keinginan pribadi Barnum untuk menggapai yang lebih besar lagi membutakan dirinya bahwa itu menyakiti keluarga mereka.

Maka sebagai pemimpin hebat, anda harus sensitif pada keluarga dan kebutuhan mereka. Jika masih menginginkan lebih, maka melangkahlah dengan hati-hati, dan tidak melupakan keluarga dasar anda.

15. Pemimpin besar menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan

Saat Barnum mendampingi Lind tour, maka pekerjaan sudah menjauhkan dirinya dari keluarga. Banyak event penting keluarga tidak bisa dihadiri Barnum. Sukses memang membutuhkan kerja keras dan kadang memisahkan anda berjam-jam dari keluarga. Anda harus menyadari ini. Karena dengan ada kesadaran ini, maka anda akan berusaha mencari keseimbangan untuk keluarga.

16. Pemimpin besar menjaga moralitas

Pemimpin bisa jatuh ke dalam situasi tidak bermoral. Tur dengan Jenny Lind membuat Barnum dan Lind selalu bersama-sama kemana mana. Perlahan-lahan mulai tumbuhlah kedekatan yang lebih dari sekedar hubungan profesional.

Syukurlah, Barnum menyadari tepat pada waktunya dan mulai menarik diri. Lind yang hancur perasaannya, mencium bibir Barnum di depan konser terakhirnya. Tentu hal ini menumbuhkan rumor di berbagai media. Akibatnya istri Barnum pun meninggalkan rumah ( lagipula rumahnya diam-diam digadaikan Barnum untuk modal tour )

Pemimpin harus berhati-hati terhadap situasi yang mereka hadapi. Kalau perlu tolak untuk bepergian, bertemu, atau makan sendiri dengan wanita selain istri anda. Hal ini membantu menghindari munculnya perselingkuhan. Berhati-hatilah dengan hubungan Anda dengan lawan jenis. Skandal bisa merusak semua upaya seorang pemimpin hebat.

17. Pemimpin besar tidak memaksa orang menyukainya

“ Saya tidak pernah menyukai pertunjukan Anda tapi orang-orang menyukainya” kata James Gordon Bennet. Bagi kritikus seperti dia, sirkus itu pertunjukan level rendah. Tapi dia juga menyadari adalah fakta bahwa banyak juga orang yang menyukai sirkus.

Jadi pemimpin yang baik tidak memaksa orang untuk menyukainya, melainkan menerima kenyataan bahwa ada yang suka ada juga yang tidak dan ia harus tetap hidup bersama mereka.

18. Pemimpin besar menghargai perbedaan manusia

Salah satu hal yang patut ditiru dari Barnum adalah menghargai perbedaan para pemain sirkusnya. Pelaku sirkusnya berbeda jenis kelamin, kelainan bentuk, dan keahlian. Barnum melihat mereka apa adanya. Ia menganggap mereka pemain terampil yang memiliki nilai. Dia merayakan perbedaan mereka dengan menampilkannya.

Apa yang Anda lakukan untuk menghargai perbedaan orang-orang di tim Anda? Apakah Anda mengetahui hobi mereka dan mendorongnya ? Apakah tim anda tahu bahwa anda menghargai perbedaan mereka ?

19. Pemimpin menciptakan sebuah keluarga

Barnum tidak hanya merayakan kemanusiaan dan perbedaan penampilannya, dia juga menciptakan sebuah unit keluarga. Banyak pemain yang ditolak oleh masyarakat … Lebih buruk lagi, oleh keluarga mereka. Bukannya menolaknya, Barnum membawa mereka ke satu tempat dimana mereka merasa dicintai dan diperhatikan. Mereka menjadi satu keluarga baru.

Anda dan tim Anda menghabiskan banyak waktu bersama. Mungkin waktu yang anda lewatkan bersama mereka jauh lebih banyak daripada dengan keluarga. Maka sebenarnya tim anda adalah keluarga anda. Maka kembangkan tim anda menjadi keluarga dengan iklim kerja yang sehat. Tidak saling sikut, saling menjatuhkan, ego, arogan dll.

20. Tragedi bisa memicu gagasan baru

Terbakarnya gedung pertunjukan Sirkus Barnum malah memicu lahirnya gagasan baru. Daripada bangunan yang mahal dan tidak bergerak, kenapa tidak memakai tenda yang bisa dibawa ke mana-mana ?

Apakah Anda pernah mengalami tragedi dalam bisnis atau organisasi Anda? Apakah Anda melihatnya sebagai penghalang jalan atau batu loncatan? Kapan pun Anda menghadapi tragedi, carilah cara agar bisa pulih. Pemimpin hebat bisa mencari gagasan baru dari sebuah tragedi.

21. Pemimpin hebat tahu kapan menyerahkan tongkat kepemimpinan

Pada pertunjukan terakhir Barnum dengan sirkus, dia memberikan topi ke Carlyle selama pertunjukan. Carlyle kemudian mengambil tempatnya. Barnum menjelaskan bahwa dia telah selesai dengan sirkus. Ia pun siap meluangkan waktu bersama keluarganya. Dia ingin melihat mereka tumbuh dewasa.

Begitulah. Pemimpin harus bersiap untuk keluar dari panggung. Akan tiba saatnya pemimpin baru harus melangkah maju dan Anda harus bersedia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Jangan ngotot jadi pemimpin seumur hidup karena dunia terus berkembang, regenerasi harus terus berlangsung demi organisasi.

22. Pemimpin hebat tidak mengejar ketenaran melainkan tercapainya visi

P.T. Barnum berkata, “Selama bertahun-tahun, saya mengejar sorak sorai penonton”. Ya, Barnum selalu ingin mengejar ketenaran dan keberuntungan.

Seorang pemimpin kadang juga mengejar tepuk tangan dan sorakan orang lain. Padahal kadang kala tepukan dan pujian itu sifatnya palsu. Aslinya mereka tidak peduli. Maka, jika anda ingin jadi pemimpin hebat, kejar apa yang penting, visi organisasi/usaha.

 

Penutup

Akhirnya selesai juga artikel ini. Dari rencana hanya 1 hari molor jadi 2 hari. Maklum aktivitas sebagai ibu rumah tangga sering ada distraksi hehehe.

Tentu masih jauh dari sempurna. Karena target saya untuk juga menyertakan dokumentasi dari Barnum’s Circus asli belum saya wujudkan. Mungkin nanti di tulisan berikutnya.

Akhir kata mungkin saya harus bersyukur sudah menontonnya. Satu lagi film yang bisa memberi pelajaran hidup berharga bagi saya. Mungkin bagi orang lain, film ini biasa saja. Tapi untuk saya yang masih harus terus memperbaiki diri, TGS sangat berarti. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

 

Iklan

7 Comments Add yours

  1. Kukuh berkata:

    Kereeeen! Ulasan mamtot kayak diajak nonton film ini lagi ditambah snack dan coklat anget yg makin membuat sempurna filmnya.. 👍😁

    Disukai oleh 1 orang

    1. coffeeloverstory berkata:

      Tengkyu mr.Kukuh hehehe…filmnya sendiri memang sdh keren. Thanks juga sdh promo TGS kalau nggak bakal terlewatkan tuh. Selamat beraktivitas dan sukses terus

      Suka

  2. Mevita Saraswaty berkata:

    ulasannya keren banget mbak… aku blm nonton film nya krn br maen minggu ini di perancis, tp aku sdh jatuh cinta duluan dgn film nya gara2 baca tulisan ini, plus ulasan akhir ttg kepemimpinan itu bener2 top abis ! two thumbs up mbak

    Disukai oleh 1 orang

    1. coffeeloverstory berkata:

      Terimakasih sudah sudi mampir ke blog saya. Maaf lama nggak buka blog.

      Suka

  3. sin berkata:

    sebuah ulasan yg briliant…good job

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s