COMIFURO X , EVENT SEJUTA BAKAT PARA FANS ANIME JEPANG

Dosen2 anak saya lagi baik hati dengan memberi ekstra 2 hari libur Kamis Jumat, 1 & 2 Maret 2019 untuk keperluan workshop mereka. Yes ! Itu artinya libur akhir pekan yg panjaaang. Maka Jumat dini hari kamipun berangkat ke Jakarta. Salah satu agenda Reyhan aka Totik, anak saya, adalah mendatangi event Comifuro X di hari Sabtu dan Minggu ( 3 & 4 Maret 2018 )

IMG-20180305-WA0010
Poster Official Comifuro X

Apa itu Comifuro ?

Dari keterangan Totik, ternyata itu adalah event tempat bertemunya para penggemar anime Jepang yang dikemas berbentuk pameran kreativitas. Ada bazaar, lomba cosplay dll.

Event serupa sering saya jumpai di kota saya, Semarang dengan berbagai nama. Orenji misalnya, setiap tahun diselenggarakan FIB Jepang Undip. Ada juga J-Soul diselenggarakan SMA 3 Semarang. Sdh beberapa kali saya menemani Totik ke event serupa di Semarang, kota kami. Sejauh ini cukup menariklah. Jadi kali inipun saya iyakan saja usulnya.

Dan Sabtu jam 10 pagi itupun kami sudah sampai di Balai Kartini, jl.Gatot Subroto Jkt. Diantar oleh abang Grabcar yang baik hati. Hehe.

Halaman Kartika Expo

Begitu tiba, di halaman Kartika Expo sudah ada stand2 penjual makanan. Tak terlalu banyak. Kira2 cuma 20 an stand. Di halaman juga tidak terlalu banyak pengunjung. Yang dijual jenis makanan anak2 jaman sekarang seperti sosis, kentang, pizza, rice box curry, es krim, juice dll. ( Hmmm….kok nggak ada yg jual bakso atau mie goreng atau nasgor ya seperti di Orenji ? )
Dan mirip di Semarang, Comifuro ini kayaknya juga tidak terlalu banyak pengunjung, pikir saya. Halaman sepi.

Antre tiket juga sangat laaaancar. Cuma perlu beberapa menit saya sudah dapat tiket 2 lembar seharga Rp.30.000/ lembar. Tiketnya berbentuk kertas panjang. Oleh panitia kertas itu kemudian dibuat jadi gelang di tangan.

Panitia menjelaskan bahwa selama gelang itu nempel, kita boleh keluar masuk ruang pameran. Jadi kalau mau ke toilet, atau jajan di halaman, tidak berarti kita nggak bisa masuk lagi. Baiklah…cukup bijaksana.

Di depan hall expo, ada deretan meja panitia menjual Goodies Bag, roti dan minuman.

20180304_082332
Goodie Bag & Poster Official

Nah ini penampakan Goodies Bag nya. Satu tas kertas Comifuro X Official dan Satu lembar poster Comifuro Official. Seharga Rp.35.000,-

Ada juga tempat nitip tas, bayar Rp.10.000,-/ pengunjung. Yang nitip rata-rata adalah mereka yang dandan Cosplay. Karena nggak mungkin bawa tas isi kosmetik dan baju2 ke dalam…berat kan. Saya dan Totik nggak nitip, karena

Di sana sini beberapa panitia acara yg rata2 remaja chubby berusia belasan tahun berpostur subur, dengan sigap mempersilakan pengunjung masuk ke hall pameran. Begitu mendekati pintu Hall, udara dingin AC langsung menyergap. Lumayan…artinya kami kami nggak bakal kepanasan.

Daaaan pengunjungnyaaa…..

Astaganaga ! Hall Kartika Expo berukuran besar yang di luar sepi itu, ternyata di dalam…woooow…ruameeee bangeeeet dengan pengunjung. Saya sempat shock melihatnya. Mungkin ada kali seribu pengunjung dan seratusan stand ada di dalam. Banyaaak sekali ! Saya serasa ada di stadion sepakbola.

20180303_112056
Whoooa….ramenyaaaa
20180303_114413
Hall sangat rame
20180303_114427
Pengunjung memenuhi stand
20180303_123126 - Copy
Hall penuh pengunjung
20180303_123133
Panggung utama
20180303_123222
Pengunjung dilihat dari lantai 2
20180303_123309
Lantai 2 juga penuh pengunjung

 

Anak saya langsung berpamitan untuk keliling pameran. Tentu saja setelah “merampok” sebagian isi dompet saya untuk belanja. Totik pun meninggalkan saya….. yang masih terkaget- kaget. Kiri kanan depan belakang berseliweran pengunjung yang rata-rata remaja. Hadeeh…cuma saya sepertinya pengunjung emak-emak. Bagaimana ini. Aneh rasanya jika saya juga ikut jalan2 keliling.

Panggung Bebas Unjuk Bakat

Akhirnya karena saya nggak mungkin tsiiiing….menghilang di udara, maka dg modal tebal muka saya menuju ke deretan kursi di depan panggung utama. Duduklah saya di situ, berbaur dengan para penonton yang seusia anak saya. Aman deh.

Di panggung sudah nampak 2 remaja laki2 usia anak SMP sedang menyanyikan lagu J-Pop ( Japan Pop ). Lagunya menghentak2 dg beat ala EDM dan berirama cepat. Qiqiqi…biar emak-emak, saya masih ngikutilah kalau soal trend lagu. Di rumah saya biasa masak diiringi Marshmello qiqiqi…bikin rasa masakan lebih enak lho. Coba saja deh kalau nggak percaya.

20180303_111616

Balik ke penyanyi, mereka dg fasih menyanyikan lagu itu lengkap dg gayanya yg kocak. Sesekali mereka mantengin layar hp untuk membaca lirik lagu. Tapi secara keseluruhan mereka hafal sekali. Dasar ya anak sekarang…kalau pelajaran saja sulit hafal, giliran lagu berbahasa Jepun yang njlimet bisa luar kepala.

Suara mereka pas-pasan. Penampilan juga aduh…cupu banget.
Nah tapi….saya terkesima dengan reaksi para penonton. Mereka seperti nggak peduli dengan penampilan atau kualitas suara penampil, bahkan ikut jingkrak2 nyanyi bersama mereka. Bukan cuma yg di depan panggung, yg sedang nonton pameranpun sesekali ikut berteriak nyanyi. Jadinya terdengar seperti ada koor di sana sini.
Peserta berikutnya remaja perempuan dengan suara dan penampilan yang tidak lebih baik dari sebelumnya. Tapi….lagi….penonton ikut joget joget, dan memberi applaus yang super meriah.

Dari situ akhirnya saya sadar. Panggung ini bukan sekedar ajang kontes ala idol, yg kalau nyanyi fals dikit saja juri bisa kritik panjang kali lebar kali tinggi. ( Padahal suara juri kadang lebih parah dari peserta ) Tapi panggung ini adalah panggung komunitas. Tempat mereka yg punya kesamaan minat menyalurkan diri. Siapa saja boleh. Mau nyanyi sebagus apa sejelek apa tidak ada yang peduli. Applaus meriah tetap antusias diberikan. Singkatnya , di sini mereka bahagia bersama.

Review Karya Di Panggung

Di panggung sesekali MC mengumumkan “Kalian yang ingin hasil karyanya direview silakan daftar”.
Oh baru saya tahu, ternyata panggung itu bukan cuma untuk nyanyi. Tapi juga untuk pamer hasil karya. Apa saja ?

Pembuat Game

Saya makin kagum waktu tahu bahwa anak2 muda ini ada yg presentasi game karya mereka sendiri. Salah satunya game board, sejenis kuartet, dg nama Character Cross. Game itu dikembangkan dan didistribusikan di bawah DoujinDalamBotol.

Qiqiqi….saya ketawa baca namanya. Nama yg lucu ini sepertinya menggambarkan pembuatnya, 2 remaja laki2, gendut berkacamata dan selalu tertawa gembira. Dari penampilan mereka, saya taksir usianya masih seputar 20-an tahun.

20180303_134308
Uji Coba Character Cross langsung oleh pengunjung
20180303_135039
Pembuat Character Cross ( paling kiri dan kaos ijo ) berpose bersama setelah uji coba game selesai

Nggak gampang lho bikin game ini. Karena harus memulai dari penciptaan karakter2 nya, kekurangan dan kelebihan karakter, alur cerita, aturan main hingga produksi ditangani langsung. Satu set dijual seharga Rp.125.000,_ dan bisa pula dibeli di tokopedia. Peminatnya ? Laris manis bak kacang goreng. Nggak kebayang deh betapa besar pemasukan “jin botol” ini. Bukan main 😂
Game rupanya memang punya pangsa pasar cukup besar di Indonesia ini.

20180304_082432
Character Cross Set dibeli Totik

Waktu ditanya kenapa bikin versi board bukan game digital ? Jawabnya simple. Bisa dimainkan kapan saja di mana saja tanpa gadget. Cerdas. Nggak perlu alat atau gadget apapun, cukup set mainan ini. Mirip kartu remi. Ortu mereka mestinya bangga punya anak2 kreatif begini.

Game kedua yang saya lihat dipresentasikan adalah game online berbasis android dari Megaxus. Tapi bisa juga dimainkan di PC. IMO tidak terlalu menarik karena nyaris sama dengan game dancing di timezone. Tp tetap salut lah. Hasil karya anak Indonesia sendiri gitu lho.

20180304_142914
Stand Megaxus

 

Penulis Novel

Di atas panggung kemudian tampil seorang remaja putri dengan kostum unik ala Sailormoon, serba putih, dengan sayap putih dan ekor putih. Saya pikir semula dia peserta Cosplay. Ternyata cewek ini penulis novel manga. Dia mempresentasikan novel perdananya, judulnya lupa karena terlalu rumit diingat. Kostum yang dia pakai adalah kostum sesuai salah satu karakter dari novelnya. Kreatif dan sangat pede. Pengunjung tetap memberi applaus meriah.

Asisten 101

Selain menampilkan berbagai bakat, ada juga hal menarik yang ditampilkan. Yakni sharing tentang profesi menjadi Asisten seorang komikus. Dipaparkan berbagai hal yang harus diketahui seorang calon asisten. Mulai dari keahlian yang diperlukan, cara dapat order hingga besaran penghasilan yang didapatkan.

20180304_130340
Penjelasan profesi asisten komikus Sumber : Dokpri

Secara garis besar, menjadi asisten komikus di Indonesia masih belum bisa menjadi sumber penghasilan untuk hidup layak. Menjadi asisten komikus lebih pas dijalankan sebagai sambilan untuk menyalurkan hobby dan bakat.

Sayang memang, karena profesi serupa di negara lain bisa membuat seseorang jadi kaya raya. Tapi seiring dengan waktu, sama seperti profesi animator digital, saya yakin ke depan prospeknya akan makin baik.

Pengunjung Comifuro

Bosan duduk, sayapun berjalan keliling. Cuek sajalah, anggap kunjungan remaja jaman old. Oke, saya pingin cermati soal pengunjungnya sekarang.

Seperti apa mereka ?

Dari yang saya amati, kalian tidak akan melihat remaja ala Milea dan Dilan di sini. Atau remaja2 ala sinetron dengan dandanan cling dan tampang cantik ganteng berdarah Indo.
Yang dominan di sini adalah para remaja berkacamata, berbaju casual dengan berat badan mungkin 100 s/d 200 kilo…wow. Tahu para remaja cupu berbagai rupa yg kalau di sinetron sering jadi bahan bully krn penampilan aneh atau kuper? Di sini itulah yang mendominasi dan semua tipe ada. Yg super cungkring, yg super lebar, yg gigi tonggos, yg kribo jadul dll. Semua ada. Nggak bermaksud menilai secara fisik tetapi itulah faktanya.

Latarbelakang ekonomi ?

Latar ekonomi mereka juga beragam. Dari yang bicara bisik2 ke temannya dan sempat saya kuping “Eh kemarin waktu di Jerman gue lihat komik ini….” pakai sepatu Adidas NMD R1 yg konon harganya 20 juta lebih sepasang ( dari penampakannya sih yakin asli ) sampai yg duduk di lantai dan merapikan lembar2 uang 2ribu an di dompet ( isi dompetnya saya lirik semua receh begitu), semua ada. Artinya semua lapis ekonomi ada di sini.

Tapi hati saya tersentuh melihat mereka. Semua nampak berbaur dan saling menyapa, nggak ada yg merasa sok. Ramah2 dan sopan lagi. Waktu tas saya kesenggol, mereka spontan bilang, “Maaf…maaf”. Dan ini bukan satu dua kali saja lho terjadi. Tahu saya motret-motret, mereka nggak pernah langsung lewat…nunggu selesai, atau lewat di belakang saya. Keren nggak sih. Kok beda banget dengan remaja yang suka nongkrong di mal….merasa udah kayak paling hebring euy.

Dari mana ?

Event ini sudah 10 kali diselenggarakan dan dapat animo cukup besar. Pengunjung datang dari seantero Nusantara khususnya Jawa. Saya melihat remaja putri dengan kostum Jepang hilir mudik membawa papan bertuliskan “Malang United”…dia mengajak yang dari Malang ngumpul. Ada yg dari Yogya, Bandung, Bogor dll.

Di panggung tadi saya sempat melihat penampilan 2 remaja, menyanyikan lagu berjudul….Tahu Sumedang. Qiqiqi. Pas selesai nyanyi dia berteriak “Mana yang dari Kuningan ???”

Disiplin

Sesekali pasti saya harus ke kamar mandi dong. Lokasinya di basement. Dan lagi-lagi terharu nih…pengunjung remaja ini antre dengan sangat tertib. Nggak ada yang nyuruh atau mengawasi lho. Bukan cuma ke kamar mandi, antre pemeriksaan barang saat keluar pun meskipun panjangnya mengular, bisa berjalan tertib. Nggak ada tuh panitia harus teriak2 mengingatkan.

Sampah ?

Di Indonesia ini lagi trend semua dibalik2. Yg pakai narkoba, jd duta narkoba. Yg nggak hafal Pancasila, jd duta Pancasila. Nah kalau ada pemilihan Duta Sampah, saya rasa nggak ada pengunjung Comifuro X ini yang terpilih. Mau bagaimana lagi ? Everything is clean here ! Meskipun jumlah tempat sampah terbatas, nggak ada tuh anak buang sampah sembarangan di sini. Stand makanan di luar juga bersih dari sampah. Waduh…penampilan boleh cupu tapi attitude keren.

Eksibisi di Comifuro X

Nah sekarang bicara soal pamerannya sendiri. Apa isinya ? Sebelum berangkat, Totik sempat kasih penjelasan singkat sama saya tentang ini. Menurut dia, semua yang dipamerkan harus karya sendiri. Wuih…keren ya. Tidak boleh download dari internet apalagi njiplak. Apapun boleh dipamerkan, asal karya sendiri dan masih berkaitan dengan anime Jepang.

Denger-denger, sewa stand di sini berkisar 4 s/d 5 jt untuk 2 hari. Untuk ukuran event sebesar ini termasuk murah.

Apa yang dipamerkan dan dijual ? Macam-macam. Mulai dari gantungan kunci, bros, poster, buku novel, komik, poster, bantal tidur, kaos, kalender, buku tulis, alat dan kertas gambar, CD game, CD Music, stand game, stand kursus manga, kursus bahasa Jepang, sticker dll. Semua karya sendiri. Dan semuanya bagus-bagus, sudah seperti buatan disainer luar negeri.

Stand XP Pen

Ada satu jenis stand yang menarik perhatian saya, yakni stand menjual board & stylus untuk membuat animasi. Board ini dihubungkan dengan laptop dan pemakai bisa dengan mudah menggambar dengan pena stylus yang digerakkan di board. Untuk versi mahal, board berfungsi juga sebagai monitor. Mirip Galaxy dan stylus tapi dengan ukuran besar. Jadi enak di mata.

20180304_143306
Seorang pengunjung tengah mencoba XP Pen

 

Stand Lukisan Tangan

Stand yang paling bikin saya berdecak kagum adalah stand yang menjual lukisan buatan tangan langsung ! Heran banget melihat mereka dengan piawai membuat sketsa, lalu mewarnai dengan cat air, tinta atau spidol. Ada yang menggambar berdasarkan contoh di hape, ada yang berdasarkan pesanan pengunjung, ada yang sketsa langsung. Semua karya mereka bagus bagus….bikin hati terharu. Saya emang mudah tersentuh melihat lukisan bagus.

 

Pada hari ke-2 event, saya dapat info ada pelukis tangan yang luar biasa. Maka saya telusuri stand stand dan….ketemu !

20180304_160137
Ini dia si pelukis anime dg bakat luar biasa, Tom Jordan
20180304_155908
Tom Jordan sedang menyelesaikan setumpuk order. Di depannya adalah karya yang sudah jadi
20180304_172952
Dan inilah karya-karyanya yang saya beli, cakeeep kan ?

Saya nggak berani ajak ngobrol karena dia dan temannya sedang nampak sibuk banget gambar. Gambarnya semua hitam putih. Dia bilang sudah nggak terima order untuk hari itu, kalau mau pesen lewat instagram saja. Dari kartu namanya tertera nama dia, Tom Jordan.
Di depannya ada beberapa gambar yang sudah jadi. Cakeeep banget. Begitu detail.
“Ini pesanan orang ?”
“Nggak bu…silakan kalau mau”
“Berapa satunya ?”
“Dua puluh ribu”
Haaaah ? Saya sampai ternganga. Ya ampun nak….segitu sulitnya bikin kok kamu jual murah amat. Tapi kemudian saya ingat…oh iya, ini event komunitas. Pengunjung kan kelas remaja jd hargapun harus bersahabat. Maka saya beli beberapa karyanya dan meminta ijin motret dia. Dia menyambut dengan senyum ramah. Good luck ya Tom Jordan, semoga kelak jadi ilustrator atau pembuat anime kelas dunia. Serius.

DJ Booth

Saat di dalam hall Kartika Expo ini riuh ramai dengan pengunjung stand dan penonton acara panggung, di teras hall ada sebuah stand yang menyedot perhatian pengunjung. Yakni stand DJ. Di sini ada beberapa remaja bertindak selaku DJ. Dia akan memutarkan lagu sesuai pesanan penonton tentu dengan remix ala DJ. Meriah sekali, penonton berjingkrak-jingkrak menari. Di hari ke-2, saya sempat melihat seorang ibu seusia saya, merekam dengan video handphone. ( hari ke-2 pengunjung jaman old lumayanlah ). Rupanya anaknya sedang jadi DJ.

20180303_130013
DJ Booth

Cosplayer

Event yang kental dengan Japan Pop Culture begini tentu tak bisa lepas dari para cosplayer dan berbagai kostum uniknya. Saya tidak membatasi pada mereka yang serius meniru karakter anime tapi juga semua yang berkostum unik.
Inilah beberapa yang berhasil saya dokumentasikan. Itu juga setelah menyingkirkan rasa malu minta ijin motret, emak-emak gitu loh. Hahaha

Di atas adalah pengunjung dg kostum unik pertama yang saya foto. Tau kenapa ? Karena meniru gaya Marshmello hahaha..kreatif. Sebenarnya ada yang lebih mirip tapi anaknya lari sana sini, sulit nangkepnya.

Hoodie/ mantel, wig aneka warna, topeng adalah pemandangan biasa di sana

Namanya juga remaja, adaaaa saja kreativitasnya. Ada grup sekitar 5 orang remaja putra, dengan body “raksasa”, memakai kostum sniper lengkap dengan senapan mainan laras panjang, jalan beriringan, mengelilingi area stand-stand, seolah-olah sedang mencari penjahat. Sayang nggak sempat saya potret karena makin siang pengunjung makin ruaaame.

Ada juga 2 remaja, lagi-lagi cowok dan lagi-lagi berbody subur, memanggul music player dan speaker portable, keliling hall, lucu sekali. Karena lagu yang diputar bukan lagu J-pop atau anime tapi lagu-lagu yang biasa dinyanyikan orang ngamen.
Saya melihat event ini betul-betul membuat member bebas mengeskpresikan diri.

Cosplayer berkostum serba biru. Denger-denger sih ada kelompok Blue Fantasy, mungkin ini salah satunya

20180304_140653

20180304_14063720180304_16355020180304_154848

 

20180304_122014
Para Cosplayer berias di basement

Di mana Cosplayer itu berdandan ? Mereka dandan sendiri atau dibantu teman di ruang basement dekat tangga. Untuk berganti pakaian disediakan ruangan oleh panitia.

Photobooth

Untuk foto kenang-kenangan, panitia menyediakan photobooth official di mana pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang gambar resmi Comifuro X

Ada juga photobooth dari Comico, sebuah penyedia aplikasi komik yang dijual di playstore. Aplikasi ini memberi kemudahan pengguna mengupload komik hasil karyanya. Mereka malahan menyelenggarakan lomba berhadiah ke Jepang.

20180304_154759
Seorang pengunjung sedang foto bersama maskot Comico

Hasil Hunting Comifuro X
Apa saja hasil hunting Totik ? Ini yang dia dapat di hari pertama. Hari kedua saya sudah loyo nggak lagi tahu dia beli apa.

20180304_08170120180304_08183020180304_08191820180304_08194020180304_08201820180304_08203120180304_08214820180304_08273520180304_08280020180307_15395620180307_154122

Masih banyak lagi sebenarnya yang dia dapat. Tapi cukuplah ini mewakili.

Secara keseluruhan, saya menilai Comifuro X ini berjalan dengan sangat baik dan memberi banyak manfaat positif. Bisa membawa kegembiraan pada para pengunjung, memperluas pertemanan, mewadahi kreativitas berbagai bidang bahkan menjadi tempat mereka belajar berwirausaha sejak dini. Mereka ini meskipun terbilang sangat muda, tapi jiwa wirausahanya luar biasa lho.

Bayangkan, bikin disain sendiri, cetak merchandise sendiri, sewa stand dan melayani pembeli sendiri. Mereka yang tidak kebagian stand di lokasi strategis, nggak segan segan lho membawa beberapa barang dagangannya keliling hall, menawar-nawarkan pada pengunjung. Keren kan ?

Inilah ekonomi kreatif yang sesungguhnya. Tapi saya nggak melihat kehadiran satupun unsur pemerintah di dalamnya, kehadiran Berkraf misalnya. Padahal jika dibimbing dengan baik, potensi event ini dashyat terutama ke kaum muda.

Hanya BTN sebagai BUMN yang saya lihat hadir sebagai pemberi sponsor. BTN menuai panen customer baru selama 2 hari itu. BTN memberikan tiket masuk gratis untuk mereka yang mau membuka tabungan baru. Gratis dan dapat saldo minimal. Laris manis BTN…bayangkan jika separuh saja peminat tiket gratis ini melanjutkan menabung di BTN….gurih.

Komunitas adalah dasar yang kuat

Ketika suami saya mengkritik kenapa anak-anak ini lebih memilih budaya Jepang ketimbang budaya sendiri, saya melihat dari sudut pandang beda. Saya melihat bahwa segala yang berangkat dari sistem komunitas , akan bisa berkembang baik karena kesamaan minat. Sistem ini bisa juga diterapkan untuk penguatan unsur budaya asli Indonesia. Komunitas penggemar wayang, komunitas penggemar masakan padang, misalnya. Dan banyak komunitas lain lagi.

Comifuro sebagai event komunitas

Comifuro bukan sekedar menempatkan pengunjung sebagai konsumen yang hanya bisa menonton secara pasif, atau selfie bareng tokoh-tokoh komik. Tidak seperti itu.

Ini adalah event komunitas, dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas. Tokoh komik ya ciptaan mereka, dijual dan dipopulerkan di antara mereka, direview mereka . Begitulah. Saya rasa event ini sangat positif. Berharap ke depan bisa lebih baik lagi. Salut buat panitia dan seluruh peserta, kalian hebat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s