Luka Sang Merpati

20160929-083539-581dec72c523bd4e1fc42e48

Di bumiku langit cerah tak berawan sepanjang hari
Birunya bagai sapuan kuas Sang Khalik
Kulihat lagi dirimu terbang dg anggun bak penari
Menukik dan berbelok dengan ketenangan sejati
Sayap terbentang gagah bak sembrani
Bulu berkilau keperakan tertimpa mentari
Kian kupandang kian tampak elok menawan hati

Tiap kali pula ku berkata, “Alangkah nikmat menjadi dirimu”
“Karna sejuta keindahan seakan lekat membalutmu”
Namun saat kau terbang merendah mengitariku
Bisa kulihat tatapan mata kelammu
Yang tak mampu menutup dera kesepianmu
Yang tak dapat membungkus segala laramu
“Bolehkah aku bertengger di tanganmu “ kicau pintamu
Kuulurkan tangan dan kau hinggap di punggung jari-jariku
Kini jelas terdengar kicauan kisah sedihmu menyayat bagai sembilu
Dan sibakan sayap indahmu perlihatkan seluruh lukamu
Beratus toreh dan gores karna pertahankan jiwamu
Luruh sorot mata pertanda keletihan terpancar darimu
Sungguh berbeda dg segala aura saat kau arungi langit luasmu

“Ku mencoba bertahan tiap hari melawan Elang perkasa”
“Yang menindas dan mencoba putuskan asa”
“Yang merampas nyaliku dengan jumawa dan lagak angkuhnya”
Kulihat kerjap indah matamu terhalang tetes-tetes air duka
Ketakutanmu menjadi santapan Elang bagai Hyang Kuasa
Jadikanmu sasaran murkanya hingga tak berdaya
Terhempas ke bawah terlontar ke atas bagai sebuah permainan
“Kau tak pantas hidup di awan, kau mengotori langitku !”pekik si Elang

Ketika sang Elang makin mendesakmu
Maka kau coba kembali berputar menuju langitmu yang dulu
Yang nampak lebih indah dan damai menerimamu
“Pintu kebebasanku seakan terlihat nun di ujung”
“Maka kuberanikan tuk kepakkan sayap ke sisi itu”
“Hingga kegelapan ternyata perlahan mengguncang harapanku”
“Indahnya kebebasan makin terlihat sebatas fatamorganaku”
“Tolong aku” akhir pintamu dalam kicau pedih lalu membisu

Perih hatiku mendengar kesahmu penuh nestapa
Terasa kelu lidah dan jiwa seperti tak berdaya
“Ku tak bisa lakukan apa-apa” sesalku terbelit kecewa
“Aku mahluk bumi dan kau penghuni langit, tempat pijak kita sungguh berbeda”
“Hanya ada jemariku tempat singgahmu saat didera derita”
“Hanya ada usapan tangan untuk belai semua luka”
“Selebihnya kuberikan hatiku untuk mendengar kicaumu”
Kau terbang kembali kitariku seakan berkata “Tak apa”

Maka simaklah kataku, kawan dari langit
Merpatiku janganlah terus berkubang sedih dan duka
Karna di balik senyumnya, tiap mahluk punya cerita nestapa
Bangkitkan keberanianmu, buang semua keterpurukanmu
Tunjukkan kecantikan dan keanggunan kepak sayapmu
Buatlah seisi langit jadi silau oleh liuk sayap talentamu
Dan bungkam Elang dengan kicauan merdumu

Luka luka akan sembuh oleh sentuhan alam
Duka lara akan karam di pusaran waktu
Terbang, terbanglah tinggi ke langit
Kuasai langitmu dan kebebasanmu
Terbang, terbanglah kembali menembus awan
Jadi merpati yg membanggakanku

*Untuk merpati terluka di ufuk Timur langit bumiku*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s