Laki-laki Berlian

“Tahukah anda semua dari mana sepotong berlian itu berasal ? Anda pasti tidak mengira bahwa batu sangat berharga itu semula hanya sepotong batu bara biasa. Ya, batu buruk rupa. Tapi oleh kekuatan alam yang maha dasyhat, dia ditempa oleh tekanan sangat kuat lapisan kerak bumi, sedemikian rupa hingga akhirnya menjadi berlian yang luar biasa” Tidak…

Wayang Santai 13 Babak : Widodari vs Raden Ngabehi

Pengantar :  Jumat, 29 September 2017 Hujan deras sekali seperti ditumpahkan dari langit. Listrik padam tiba-tiba. Sialnya lagi, saya sedang dalam kondisi home alone. Huuu…agak merinding juga karena sehari sebelumnya sempat diganggu sejenis penampakan. Padahal biasanya sih hantu-hantulah yang takut pada saya. Maka memanfaatkan sisa-sisa baterai laptop sekalian jadi penerang ruangan, saya membuat tulisan singkat…

Bu De Menik

Palupi mengemudikan sepeda motornya dengan hati-hati. Gang yg dilaluinya sempit, hanya cukup untuk berpapasan motor, itupun harus pelan-pelan. Karena di beberapa bagian gang ada jemuran kain batik, anak-anak yang sedang asyik menggambar di lantai gang, ibu-ibu ngerumpi dll. Semua hrs dilalui dg ekstra hati hati. Sambil tak lupa sesekali Palupi menyapa basa basi “Nuwun sewu…

Psycho

Rai tersenyum. Wajah manisnya nampak semakin menawan di mata Putu. Putu tak tahan untuk memeluk Rai ke sekian kalinya. “Aku pulang dulu sayang. Kita ketemu minggu depan”, bisik Putu di telinga Rai. Rai mengangguk. Rambut panjangnya nampak berkilau ditimpa sinar matahari pagi. Ia melambaikan tangan ke arah mobil yang perlahan membawa Putu pergi. Rai terus…

Cerpen |Para Anonim

“PERCERAIAN” Siapa yang menginginkan perceraian ? Ketika kalian berjalan ke pelaminan bersama pujaan hati, siapa yang membayangkan untuk bercerai ? Terbersitpun pasti tidak. Tapi saat kehidupan berjalan dan kalian menemui berbagai kesulitan untuk mencintainya,  kenapa harus bertahan ? Hidup itu sebuah pilihan, judi, pun sebuah pernikahan. Ketika kalian sadar keputusan menikah itu salah, kenapa harus…

Cerpen | Selingkuh

“Di antar ke mana bu ?” tanya sopir taksi yang kutumpangi. Aku tergagap menyebut sebuah alamat. Pikiranku masih kacau balau, sehingga pak sopir harus menanyai ulang hingga tiga kali. Sepanjang perjalanan, pikiranku terus menerawang kepadamu. Aku harus menemuimu. Aku sudah capek dengan pikiranku. Aku tidak mau menunda mengatakannya, kepalaku serasa hampir meledak. Cukup sudah semua…

Elegi ke 27 tahun

Aku memandangi jemariku. Jari-jari yang masih  lentik ini sekarang sudah makin nyata berkeriput. Tak peduli sesering apapun aku mengoleskan pelembut tangan. Kuambil cermin rias kecil dari tas. Dan kuperiksa riasan wajahku untuk kesekian kali. Sekalipun aku sudah berusaha seteliti mungkin merias wajahku, kesempurnaan aplikasinya tidak mampu menutupi kerut usia di sana sini. Memang sebagai perempuan…